Nathan menambahkan bahwa gangguan pasokan akibat faktor cuaca dinilai hanya bersifat sementara. "Sementara gangguan pasokan akibat cuaca dingin diperkirakan hanya bersifat sementara, yang berarti perkiraan pertumbuhan pasokan hanya dipangkas sedikit, dari 2,5 juta menjadi 2,4 juta barel produksi harian," jelasnya. Imbasnya, pasar memproyeksikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan yang lebih longgar.
Faktor Geopolitik dan Tekanan Pasokan
Selain isu permintaan, dinamika geopolitik dan rencana produksi juga turut membayangi pergerakan harga. Para pelaku pasar terus memantau perkembangan pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pengiriman kapal induk tambahan ke wilayah tersebut jika kesepakatan tidak tercapai sempat menciptakan ketegangan. Namun, kepercayaannya bahwa negosiasi akan berhasil meredam kekhawatiran gangguan pasokan yang serius.
Di sisi lain, spekulasi mengenai kemungkinan peningkatan pasokan dari aliansi OPEC memberikan tekanan lebih lanjut. Kombinasi antara prospek permintaan yang direvisi turun dan potongan pasokan yang lebih kecil dari perkiraan awal akhirnya mendominasi sentimen perdagangan, mendorong harga untuk mengunci pekan kedua dalam zona merah.
Artikel Terkait
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Sektor Vital Tetap Wajib ke Kantor
Presiden Prabowo Disambut Tembakan Meriam 21 Kali di Pangkalan Udara Seoul
YouTube Tutup Kanal DIBIKIN CHANNEL Penyebar Hoaks dan Konten Fitnah