Trump terlihat kesal dengan jalannya diplomasi selama ini. Menurutnya, Iran sudah terlalu banyak bicara. "Selama 47 tahun, mereka terus berbicara dan berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa sementara mereka berbicara," cetusnya, seperti dilansir Al Arabiya dan AFP, Sabtu (14/2/2025).
Namun begitu, ketika ditanya lebih lanjut tentang siapa pengganti yang ia inginkan, Trump memilih untuk tidak menjawab. "Saya tidak ingin membicarakan hal itu. Ada orang-orang," tuturnya singkat.
Pertanyaan lain soal apakah AS akan menerima hal selain pengayaan uranium juga langsung dipotongnya. "Kita tidak menginginkan pengayaan uranium," tegasnya. Poin itu, bagi Trump, tampaknya adalah garis merah yang tak bisa ditawar.
Artikel Terkait
Gudang Kayu di Sidoarjo Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting
Wamen Dalam Negeri Soroti Kinerja BUMD: Mayoritas Masih Belum Sehat
Saksi Ungkap Aliran Rp210 Juta Suap Rekrutmen THL PDAM Bengkulu
Justin Hubner Siap Nikahi Tunangan di Bali Usai Cetak Gol Perdana