ungkapnya lagi.
Gubernur juga sempat berbagi kesan soal penampilan Simfoni Imlek Jakarta. Ia mengaku agak terkejut sekaligus kagum melihat banyak penampil dari komunitas Jawa, Betawi, dan Sunda dengan lancar menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Mandarin. Baginya, itu adalah gambaran harmoni yang konkret.
Nah, buat yang mau ikut merasakan kemeriahannya, rangkaian festivalnya sendiri cukup panjang dan tersebar. Ada Lomba Dekorasi Imlek yang diikuti hampir 100 gedung hingga 17 Februari. Jangan lewatkan juga Festival Pecinan Jakarta di Anjungan TMNI pada 15-17 Februari.
Di tempat lain, Blok M Hub akan menggelar acara Harmoni Jakarta di tanggal yang sama. Sementara di Monas, ada Semarak Imlek yang dimeriahkan pertunjukan video mapping. Nuansa lain bisa dirasakan di Jakarta Light Festival edisi Chinese New Year di Kota Tua, 16-17 Februari. Festival Kelenteng Jakarta juga akan menghidupkan berbagai rumah ibadah di penjuru kota.
Puncak acaranya sendiri, perayaan Cap Go Meh, rencananya digelar di kawasan Pecinan Glodok pada 3 Maret mendatang. Pramono menekankan bahwa semua event ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak: Pemprov DKI, BUMD, pemerintah pusat, BUMN, hingga swasta. Harapannya sederhana tapi mendalam: semoga gelaran ini membawa semangat keberanian, kebahagiaan, dan energi positif untuk seluruh warga Jakarta.
Artikel Terkait
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional
Pemerintah Batasi Pembelian Solar dan Pertalite Maksimal 50 Liter per Hari
Anggota DPR Apresiasi Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran 2026