Suasana meriah sudah terasa sejak sore di sekitar Bundaran HI. Di tengah kerumunan dan hiasan lentera merah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Festival Imlek Jakarta 2026. Momen ini sekaligus jadi tanda dimulainya gelombang perayaan Tahun Baru Imlek di berbagai sudut Ibu Kota, yang rencananya bakal berlangsung hingga awal Maret nanti.
Bagi Pramono, festival ini bukan sekadar acara seremonial belaka. Ia melihatnya sebagai simbol nyata komitmen Jakarta sebagai kota global yang benar-benar inklusif. Kota ini, tegasnya, terbuka untuk semua orang dari latar belakang agama dan budaya mana pun.
"Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapapun, bagi semua agama yang diakui pemerintah, termasuk merayakan Imlek di Jakarta,"
ujar Pramono di lokasi acara, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, perayaan Imlek adalah bagian tak terpisahkan dari wajah keberagaman Jakarta yang sesungguhnya. Ia lantas menyoroti hubungan historis yang erat antara budaya Tionghoa dan Betawi. Akulturasi yang terjadi selama ratusan tahun inilah, katanya, yang memberi warna begitu kaya pada wajah kota.
"Warga Tionghoa ini punya kontribusi luar biasa di dalam adat Betawi. Makanya, akulturasi yang terjadi di Jakarta ini contoh bagus bahwa Jakarta memang kota yang penuh warna, colorful,"
ungkapnya lagi.
Gubernur juga sempat berbagi kesan soal penampilan Simfoni Imlek Jakarta. Ia mengaku agak terkejut sekaligus kagum melihat banyak penampil dari komunitas Jawa, Betawi, dan Sunda dengan lancar menyanyikan lagu-lagu dalam bahasa Mandarin. Baginya, itu adalah gambaran harmoni yang konkret.
Nah, buat yang mau ikut merasakan kemeriahannya, rangkaian festivalnya sendiri cukup panjang dan tersebar. Ada Lomba Dekorasi Imlek yang diikuti hampir 100 gedung hingga 17 Februari. Jangan lewatkan juga Festival Pecinan Jakarta di Anjungan TMNI pada 15-17 Februari.
Di tempat lain, Blok M Hub akan menggelar acara Harmoni Jakarta di tanggal yang sama. Sementara di Monas, ada Semarak Imlek yang dimeriahkan pertunjukan video mapping. Nuansa lain bisa dirasakan di Jakarta Light Festival edisi Chinese New Year di Kota Tua, 16-17 Februari. Festival Kelenteng Jakarta juga akan menghidupkan berbagai rumah ibadah di penjuru kota.
Puncak acaranya sendiri, perayaan Cap Go Meh, rencananya digelar di kawasan Pecinan Glodok pada 3 Maret mendatang. Pramono menekankan bahwa semua event ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak: Pemprov DKI, BUMD, pemerintah pusat, BUMN, hingga swasta. Harapannya sederhana tapi mendalam: semoga gelaran ini membawa semangat keberanian, kebahagiaan, dan energi positif untuk seluruh warga Jakarta.
Artikel Terkait
Dompu Pacu Produksi Pangan Tanpa Ekspansi Lahan, Fokus pada Intensifikasi dan Reboisasi
Lisa BLACKPINK Tertangkap Kamera Saat Belanja di Mal Jakarta, Diduga untuk Syuting Film
Polisi Selidiki Ayah di TTS yang Beri Miras Sapi pada Bayi 11 Bulan
Wasit Dikeroyok Suporter Usai PSIR Rembang Tersingkir di Semifinal Liga 4