MURIANETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan evaluasi kritis terhadap penyaluran dana desa selama satu dekade terakhir. Dalam sebuah forum ekonomi, ia menyatakan bahwa dana tersebut kerap tidak tepat sasaran dan mengumumkan rencana penataan ulang program dengan fokus pada pemberdayaan langsung masyarakat.
Evaluasi Sepuluh Tahun Dana Desa
Pernyataan Presiden Prabowo tersebut disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook di Danantara, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Dengan nada serius, ia mengakui adanya kegagalan sistem dalam satu dekade pemberian anggaran desa.
"Selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat," ujarnya.
Ia kemudian mengaitkan pernyataannya itu dengan fakta di lapangan, yaitu banyaknya kasus hukum yang melibatkan kepala desa. Menurutnya, hal ini menjadi indikasi nyata dari masalah akuntabilitas.
"Ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum karena tidak dapat pertanggungjawabkan dengan baik penggunaan dana tersebut," imbuh Prabowo.
Arah Baru dan Program Konkret
Merespons evaluasi itu, Presiden menegaskan komitmennya untuk mengubah pola penyaluran dana desa di masa pemerintahannya. Fokusnya adalah memastikan manfaat dana tersebut benar-benar dirasakan oleh warga.
Artikel Terkait
Baznas: Zakat Ramadan 2024 Capai Rp480 Miliar, Hampir Sentuh Target
FIFA Apresiasi Profesionalitas Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA Series 2026
Israel Perluas Operasi ke Lebanon Selatan, Serang Fasilitas Nuklir Iran
Bupati Lebak Bantah Sindir Wabup, Amir Hamzah: Itu Penghinaan Pribadi