Zulkifli Hasan Tegaskan Koalisi PAN-Gerindra adalah Koalisi Sepanjang Masa

- Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB
Zulkifli Hasan Tegaskan Koalisi PAN-Gerindra adalah Koalisi Sepanjang Masa

Di tengah riuh Rakernas PAN di Jakarta, Selasa lalu, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas membuat pernyataan tegas. Ketua Umum PAN itu menyebut hubungan partainya dengan Gerindra bukan sekadar kerja sama politik biasa. Ini, katanya, adalah koalisi sepanjang masa.

Latar belakangnya jelas. PAN sudah tiga kali mengusung Prabowo Subianto, sang Ketua Umum Gerindra, maju dalam pertarungan pilpres. “Nah, sudah tiga kali ya,” ujar Zulhas, menegaskan bahwa sejarah panjang itu yang mengukuhkan ikatan mereka.

Acara di DPP PAN itu sendiri terasa istimewa. Selain dihadiri kader internal, undangan khusus hanya diberikan kepada tiga orang. Mereka adalah Sufmi Dasco Ahmad dari Gerindra, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden.

“Kami hanya mengundang Pak Dasco sama Raffi. Satu lagi Pras sebetulnya, Pak Mensesneg,” jelas Zulhas kepada para wartawan.

Lalu ia pun menyambung, “Kenapa kok cuma tiga? Karena ini sudah koalisi sepanjang masa.”

Tak cuma soal koalisi, Zulhas juga menegaskan loyalitas PAN terhadap kepemimpinan Prabowo. Partainya, janjinya, akan tetap solid mendukung pemerintah dan mengawal setiap program strategis yang dicanangkan. Komitmen itu ditegaskan tanpa keraguan.

Di sisi lain, respons dari kubu Gerindra pun datang hangat. Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik pernyataan Zulhas tersebut.

“Ya, kalau dibilang kita kan memang sudah lama berkoalisi,” ujar Dasco.

Ia mengakui kebersamaan kedua partai telah berlangsung lama dan berharap koalisi ini tetap langgeng ke depan. “Dengan harapan tadi ya, apa yang disampaikan Pak Zul ya kita juga berharap bahwa ini langgeng. Dan ya koalisinya akan terus berjalan,” tambahnya.

Dasco bahkan menyebut PAN telah membuktikan keseriusannya. “Kita juga sudah melihat bukti bahwa Partai Amanat Nasional itu memang memegang teguh komitmen dalam mendukung program Presiden Prabowo,” lanjutnya.

Jadi, dari Jakarta siang itu, pesan yang terdengar jelas: persekutuan politik ini dibangun dari sejarah panjang dan dimaksudkan untuk bertahan jauh ke masa depan. Setidaknya, itu yang ingin ditunjukkan oleh kedua pimpinan partai.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar