tegasnya. Hingga detik ini, kata dia, janji itu masih menguap.
Di sisi lain, dampak kerusakan ini dirasakan betul oleh warga sehari-hari. Elin, warga lainnya, bercerita soal banyaknya kejadian warga terjatuh. Tak cuma orang dewasa.
“Harapannya, segera dibangun karena kasihan anak sekolah. Mereka berangkat rapi, pulang pada kotor,”
keluhnya. Dia lalu menyebut sebuah insiden yang baru terjadi, “Kemarin juga tukang sayur jatuh di sini.”
Protes dengan menanam ini mungkin terlihat unik, bahkan kreatif. Tapi di balik itu, tersimpan frustrasi warga yang sudah menumpuk. Mereka seolah ingin berkata: jika pemerintah melihat jalan ini hanya layak untuk sawah, ya sudah, kami penuhi.
Artikel Terkait
Menteri Ketenagakerjaan Anjurkan WFH Satu Hari Seminggu, Sektor Vital Dikecualikan
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio
Atap Rumah Warga Kediri Ambruk Diterpa Hujan, Tak Ada Korban Jiwa