Suasana di ruas jalan Kampung Parung, Desa Intenjaya, pagi itu terlihat tak biasa. Alih-alih lalu lalang kendaraan, yang ada justru warga sibuk menancapkan bibit pisang dan padi. Aksi protes ini mereka gelar lantaran jalan utama mereka dibiarkan rusak parah, berubah jadi kubangan lumpur hitam.
“Jalan ini dibiarkan rusak parah. Makanya warga pada turun ke sini protes,”
kata Sartani, seorang warga, kepada awak media di lokasi pada Jumat (13/2/2026). Suaranya terdengar kesal.
Menurutnya, jalan yang seharusnya jadi urat nadi mobilitas warga itu kondisinya sudah mirip sawah. “Akses utama, warga lewat sini semua,” ucap Sartani. Karena itu, warga memilih ‘memfungsikan’ jalan itu sesuai tampilannya: ditanami.
Dia juga tak lupa menagih janji. Janji dari Gubernur Banten, Andra Soni, yang konon akan membangun jalan itu di tahun 2026. Janji itu diucapkan saat kampanye di Desa Karyajaya.
“Bapak Andra Soni yang terhormat, Gubernur Banten, sesuai dengan janjinya waktu di Karyajaya, mau dibangun 2026,”
Artikel Terkait
Menteri Ketenagakerjaan Anjurkan WFH Satu Hari Seminggu, Sektor Vital Dikecualikan
Komisi III DPR Pertimbangkan Bentuk Pansus untuk Kasus Penyiraiman Andrie Yunus
AS Pertimbangkan Ulang Komitmen ke NATO Usai Perang Iran, Kata Menlu Rubio
Atap Rumah Warga Kediri Ambruk Diterpa Hujan, Tak Ada Korban Jiwa