Imbauan untuk Ketertiban dan Partisipasi
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Dedie menyampaikan imbauan keras sekaligus ajakan kepada para pedagang. Dia menekankan prinsip "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" bagi siapa pun yang mencari nafkah di Kota Bogor. "Boleh mencari nafkah, tapi jangan ngotorin, jangan bikin Kota Bogor semrawut dan kumuh. Jadi saya imbau kepada para pedagang tertib, ikuti aturan Kota Bogor," tegasnya.
Dedie mengkritik sikap egois sebagian pedagang yang hanya mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan dampaknya. "Selama ini mungkin para pedagang hanya memikirkan dirinya sendiri. Berjualan, mendapatkan keuntungan, tetapi sama sekali tidak memikirkan bahwa di balik itu semua, ada urusan-urusan masyarakat yang terganggu," paparnya.
Dia merinci gangguan itu, mulai dari lalu lintas yang terhambat hingga lingkungan yang menjadi kotor akibat sampah menumpuk.
Komitmen Jangka Panjang Menuju Bogor Bersih
Ke depan, Pemerintah Kota berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai langkah berkelanjutan. Program kebersihan akan ditingkatkan frekuensinya sesuai rencana peraturan yang akan diterbitkan. "Kita akan terus laksanakan sesuai dengan Permendagri yang nanti akan keluar, aturan (bersih-bersih) seminggu dua kali, hari Jumat dan hari Selasa," jelas Dedie.
Kolaborasi dengan TNI dan Polri melalui kegiatan "korve" atau kerja bakti juga akan diperkuat. "Ditambah nanti korve dari Korem, Kodim, dari ATS juga, kemudian dari Polresta juga, termasuk korve dari semua sekolah. Jadi ini akan kita jadikan sebagai sebuah langkah baru menuju Bogor yang bersih," tutupnya. Langkah ini diharapkan dapat membangun budaya tertib dan bersih yang melibatkan seluruh elemen kota.
Artikel Terkait
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang
BMKG Peringatkan Hujan Ringan hingga Petir Melanda Sejumlah Wilayah Hari Ini