Level 9.000 akhirnya tertembus. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menorehkan sejarah baru di perdagangan Rabu lalu, ditutup menguat hampir satu persen ke posisi 9.032,584. Ini benar-benar rekor tertinggi sepanjang masa.
Euforia ternyata berlanjut. Keesokan harinya, Kamis (15/1), IHSG kembali merangkak naik 43 poin lebih, menyentuh level 9.075,586 di pembukaan. Pencapaian ini bukan sekadar angka di layar monitor. Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), ia mencerminkan sesuatu yang lebih penting: kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional di tahun 2026 yang kian menguat.
Di sisi lain, dukungan kebijakan pemerintah dinilai punya peran krusial. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menekankan bahwa stabilitas ekonomi yang dijaga dan sinergi antar regulator telah menciptakan sentimen positif yang bertahan.
“Kepercayaan investor yang terus menguat merupakan hasil dari sinergi antara BEI, OJK, Self-Regulatory Organization, serta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia,”
ujar Kautsar dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, penguatan indeks ini tak lepas dari kolaborasi semua pihak yang terlibat. Memang, kalau kita lihat ke belakang, sepanjang 2025 pasar modal kita sudah cukup semarak. Jumlah investor melesat hingga 20,3 juta, sementara ada 26 saham baru yang tercatat dengan total dana IPO Rp 18,1 triliun. Tak heran, IHSG sepanjang tahun lalu naik 22,10 persen dan memecahkan rekor all time high sampai 24 kali. Sebuah tren yang, sepertinya, masih punya tenaga untuk berlanjut.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar