"Titik kritis pemberian MBG bagi kelompok 3B di 1.000 hari pertama kehidupan. Situasi yang krusial untuk menciptakan anak yang cerdas, sehat dan kuat sehingga bisa mendulang Indonesia Emas 2045," jelas Ermia.
Hingga Kamis, 12 Februari 2026, data menunjukkan capaian program telah menjangkau populasi yang signifikan: 1,8 juta anak usia PAUD, 4,6 juta balita non-PAUD, 727 ribu ibu hamil, dan 1,5 juta ibu menyusui.
Mekanisme Distribusi yang Fleksibel
Di lapangan, distribusi MBG untuk kelompok 3B berjalan dengan penjadwalan yang disepakati bersama posyandu dan kader setempat. Mekanismenya dirancang agar mudah diakses, menyesuaikan dengan kondisi penerima manfaat.
"Apakah kader perlu mengantar ke rumah atau diambil sendiri oleh ibu hamil atau ibu menyusui. Bisa juga menyesuaikan dengan jadwal posyandu," terangnya.
Untuk menjangkau wilayah terpencil, BGN telah menyiapkan dan menguji coba skema distribusi khusus di beberapa SPPG. Selain menyalurkan paket makanan, peran aktif kader dalam memberikan edukasi gizi kepada para ibu juga menjadi pilar penting keberhasilan program ini, memastikan manfaat yang diterima tidak sekadar bersifat fisik tetapi juga pengetahuan.
Artikel Terkait
Kuwait Tuduh Iran Serang Kapal Tanker Minyaknya di Dekat Dubai
Empat Tersangka Penganiayaan Aktivis KontraS Ditahan di Sel Maksimum Pomdam Jaya
Bareskrim Ungkap Perdagangan Emas Ilegal Senilai Rp 25,9 Triliun dari Kalbar hingga Papua
PATRIA Undang Dirjen Bimas Katolik dan Presiden untuk Pelantikan dan Refleksi Nasional