"Ikan tidak tahan dengan amonia dalam kadar tertentu. Itu bisa mengganggu kesehatannya, bahkan mematikan," paparnya.
Faktor lain yang memperparah situasi adalah kepadatan. Terlalu banyak ikan dalam satu tempat memicu stres dan mempermudah penularan penyakit. Untuk kondisi wabah seperti ini, Sri menyarankan memindahkan ikan yang masih sehat ke air yang lebih bersih. Pastikan juga aerasi berjalan baik agar pasokan oksigen tercukupi.
Perubahan cuaca, seperti hujan yang turun tiba-tiba, juga berperan. Suhu air yang berubah-ubah bisa menurunkan daya tahan tubuh ikan. Ingat, ikan adalah hewan poikiloterm. Suhu tubuhnya mengikuti lingkungan.
Lalu, apa peluang pemulihannya? Sri bilang, masih ada. Kuncinya ada di penanganan yang sistematis. Perbaiki manajemen kualitas air, dan tingkatkan imunitas ikan lewat pakan khusus yang mengandung imunostimulan dari bahan alami.
"Manajemen kesehatan ikan harus berjalan. Airnya dikelola, imunitasnya ditingkatkan," tegas dia.
Itulah langkah-langkah yang dianggap krusial untuk menyelamatkan sisa populasi ikan dewa di Kuningan. Semoga masih tidak terlambat.
Artikel Terkait
Erick Thohir Apresiasi Performa Timnas Meski Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang