Jembatan Ambrol, Warga Tapanuli Tengah Bangun Akses Darurat di Tengah Banjir

- Selasa, 02 Desember 2025 | 14:42 WIB
Jembatan Ambrol, Warga Tapanuli Tengah Bangun Akses Darurat di Tengah Banjir

Banjir dan longsor kembali melanda. Kali ini, Tapanuli Tengah di Sumatera Utara tak luput dari amukan alam. Akibatnya cukup parah: sejumlah akses jalan dan jembatan putus total, mengisolasi beberapa wilayah.

Di Kecamatan Pandan, sebuah jembatan ambrol diterjang derasnya air. Untuk sementara waktu, warga setempat terpaksa putar otak. Mereka bahu-membahu membangun jembatan darurat dari kayu agar mobilitas warga bisa tetap berjalan, meski dengan risiko tinggi.

Namun begitu, upaya perbaikan permanen akhirnya dimulai hari ini, Selasa (2/12). Personel Polres Tapanuli Tengah turun langsung ke lokasi, bergabung dengan warga dan petugas lainnya. Mereka bekerja cepat untuk memulihkan akses yang vital itu.

Polres Tapanuli Tengah pun memberikan konfirmasinya.

"Proses perbaikan jembatan sebagai akses vital sudah mulai diperbaiki, walau sebelumnya masih menggunakan jembatan darurat dari kayu," begitu bunyi keterangan resmi mereka yang diunggah di Instagram.

Di lapangan, karung-karung berisi pasir disusun berderet. Itu jadi pondasi darurat untuk menahan laju air sementara struktur jembatan dibenahi. Suasana terlihat padat namun penuh semangat.

Korban Bencana Sumatera Terus Bertambah

Sementara perbaikan infrastruktur berjalan, kabar duka dari seluruh Sumatera justru kian menghimpit. BNPB merilis update terbaru korban banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Angkanya sungguh memilukan.

Hingga Selasa (2/12) siang tadi, tepat pukul 12.00 WIB, korban jiwa yang meninggal dunia telah mencapai 631 orang. Yang masih hilang dilaporkan sebanyak 472 orang. Data ini menunjukkan betapa dahsyatnya skala bencana kali ini.

Berikut rincian datanya, yang dikutip dari pusat informasi BNPB:

  • Korban meninggal: 631 jiwa
  • Korban hilang: 472 jiwa
  • Korban luka-luka: 2.600 jiwa
  • Pengungsi: sekitar 1 juta jiwa
  • Warga terdampak: mencapai 3,3 juta jiwa
  • Rumah rusak berat: 3.500 unit
  • Rusak sedang: 2.000 unit
  • Rusak ringan: 3.500 unit
  • Fasilitas pendidikan rusak: 322 bangunan
  • Jembatan rusak: 277 unit

Kerusakan infrastruktur yang masif ini, seperti jembatan di Pandan tadi, hanyalah satu titik dari gambaran kehancuran yang jauh lebih luas. Pemulihan pasti akan memakan waktu yang tidak sebentar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar