Kebakaran hebat itu sendiri terjadi pada Senin (9/2). Bukan api biasa sumbernya berasal dari bahan kimia, sehingga petugas pemadam harus berjibaku. Butuh dua truk pasir dan waktu tempuh tujuh jam lamanya sebelum api akhirnya berhasil ditaklukkan.
Dampaknya ternyata merembet jauh. Bukan cuma kerugian materi, tapi juga ancaman ekologis. Jejak pencemaran terbawa hingga ke aliran Sungai Cisadane. Menurut sejumlah laporan, air sungai berubah warna keputihan. Yang lebih mengenaskan, banyak ikan mati mengambang, diduga kuat keracunan limbah dari pabrik yang terbakar itu.
Penyelidikan polisi masih berlanjut. Sementara itu, sungai yang tercemar menyimpan cerita pilu tentang dampak sebuah insiden yang efeknya masih terus mengalir.
Artikel Terkait
Mobil Program Makan Bergizi NTB Diduga Disalahgunakan untuk Jemput Penumpang dan Wisata
Pesawat Angkut Militer Rusia An-26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas
Mendagri Resmikan Kebijakan WFH Sehari Seminggu untuk ASN Daerah
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp 78 Miliar