Asap sudah sirna, tapi persoalan masih membayangi. Gudang sebuah pabrik pestisida di Setu, Tangerang Selatan, yang melalap api sepekan lalu, kini menyisakan dua masalah: penyelidikan hukum dan kerusakan lingkungan yang nyata. Polres Tangsel pun turun tangan.
Hingga Jumat (13/2/2026), setidaknya tujuh orang telah dimintai keterangan. Kapolres AKBP Boy Jumalolo mengonfirmasi hal itu di lokasi kejadian.
"Ada tujuh, tujuh ya, tujuh saksi untuk sementara," ujarnya.
Menurut Boy, yang diperiksa tak lain adalah sejumlah karyawan gudang yang jadi epicentrum kobaran api. Namun begitu, proses penyelidikan masih jauh dari kata final. Polisi masih membongkar detail peristiwa, mencermati apakah ada unsur pidana di baliknya.
"Dari pihak yang terkait di sini ya. Ya betul karyawan juga. Nanti sambil, sambil jalan ya nanti, karena kan masih proses penyelidikan. Kita masih mencari apakah ada peristiwa pidananya atau tidak, sementara itu,"
Di sisi lain, upaya mitigasi darurat terus digenjot. Prioritas utama saat ini adalah mengamankan wilayah sekitar dari material berbahaya yang mungkin tersisa. "Ini kan kita yang pertama-tama, kita mitigasi dulu untuk keamanan di wilayahnya dulu. Hari ini coba kita minta yang barang berbahaya kita akan coba geser dulu ya," jelas Boy.
Kebakaran hebat itu sendiri terjadi pada Senin (9/2). Bukan api biasa sumbernya berasal dari bahan kimia, sehingga petugas pemadam harus berjibaku. Butuh dua truk pasir dan waktu tempuh tujuh jam lamanya sebelum api akhirnya berhasil ditaklukkan.
Dampaknya ternyata merembet jauh. Bukan cuma kerugian materi, tapi juga ancaman ekologis. Jejak pencemaran terbawa hingga ke aliran Sungai Cisadane. Menurut sejumlah laporan, air sungai berubah warna keputihan. Yang lebih mengenaskan, banyak ikan mati mengambang, diduga kuat keracunan limbah dari pabrik yang terbakar itu.
Penyelidikan polisi masih berlanjut. Sementara itu, sungai yang tercemar menyimpan cerita pilu tentang dampak sebuah insiden yang efeknya masih terus mengalir.
Artikel Terkait
Imbauan Dinkes Tangerang Terlambat, Warga Sempat Konsumsi Ikan Tercemar Cisadane
Tim Gabungan Olah TKP Penembakan Pesawat di Bandara Korowai Batu
Puspom TNI Catat Penurunan Pelanggaran Prajurit Hampir 40% di 2025
Persebaya Ajak Bonek Donasi Alat Tulis Jelang Laga Kontra Bhayangkara FC