Tim Gabungan Olah TKP Penembakan Pesawat di Bandara Korowai Batu

- Jumat, 13 Februari 2026 | 17:45 WIB
Tim Gabungan Olah TKP Penembakan Pesawat di Bandara Korowai Batu

Langit di Bandara Korowai Batu, Boven Digoel, tampak tenang pada Kamis pagi itu. Namun, di landasan, suasana justru tegang. Tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, bersama Reskrim Polda Papua dan Polres setempat, sedang sibuk mengolah TKP. Mereka menelusuri setiap jengkal lokasi penembakan pesawat Smart Air PK-SNR yang terjadi sehari sebelumnya, Rabu (11/2/2026). Peristiwa tragis itu merenggut nyawa Pilot Egon Irawan dan Kopilot Baskoro.

“Olah TKP ini kami lakukan untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan dapat terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Jumat (13/2).

Ia menambahkan, “Hal ini krusial. Untuk memperjelas konstruksi perkara dan tentu saja, mendukung penyelidikan secara komprehensif.”

Menurut sejumlah saksi yang dihimpun, kronologinya begini. Pesawat itu mendarat sekitar pukul 10.30 WIT. Setelah penumpang turun, mesin dinyalakan lagi untuk penerbangan lanjutan ke Dekai, Yahukimo. Nah, di saat itulah, sekitar dua puluh orang muncul mendadak dari arah penginapan bandara. Mereka membawa senjata api.

Dari jarak kira-kira 200 meter, mereka mulai menembaki pesawat. Chaos pun terjadi. Penumpang yang masih di sekitar lokasi panik, berlarian menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot sendiri sempat ikut berlari menuju rumah warga terdekat. Sayangnya, mereka dikejar, ditangkap, lalu dibawa paksa kembali ke landasan. Di sanalah nasib mereka berakhir ditembak.

Tim di lapangan melakukan pekerjaan yang sangat detail. Mereka menandai 23 titik penting. Mulai dari posisi awal penembakan, letak pesawat yang sudah diamankan, hingga 13 titik bekas tembakan di badan pesawat. Kaca jendelanya pecah berantakan. Mereka juga mengamankan dua selongsong peluru dan satu butir amunisi yang tergeletak di landasan. Tak lupa, titik penangkapan korban, eksekusi, serta lokasi evakuasi jenazah di terminal bandarapun dicatat.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar