BPI Danantara memastikan proses persiapan sejumlah badan usaha milik negara untuk melantai di Bursa Efek Indonesia terus berjalan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menambah likuiditas pasar modal nasional.
Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa proses initial public offering (IPO) perusahaan-perusahaan BUMN masih berproses di dalam Danantara Asset Management (DAM). Menurutnya, target realisasi IPO diharapkan dapat tercapai dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan.
"Ya itu prosesnya ada di dalam DAM. Insya Allah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan itu ada proses juga nanti dalam Bursa. Niatnya juga untuk menambah likuiditas juga ke pasar modal Indonesia," ucap Pandu kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).
Sebelumnya, Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria membeberkan sejumlah BUMN yang berpotensi melakukan IPO setelah tahapan penyederhanaan dan restrukturisasi perusahaan rampung. Beberapa nama yang disebut antara lain Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan Angkasa Pura.
"Contohnya masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang itu setiap market cap bagus untuk kita IPO," terangnya.
Dony juga menekankan bahwa keputusan final mengenai IPO akan didiskusikan dengan Kementerian Keuangan, mengingat status perusahaan sebagai milik negara. "Tahun keempatnya baru kita nanti bicara mengenai value creation. Jadi mana akan kita strategic partnership, mana yang kita IPO, mana tetap tertutup. Nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara," ungkap Dony kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Rabu (5/8).
Artikel Terkait
Danantara Sebut Pelindo hingga Pegadaian Berpotensi Melantai di BEI
Danantara Siap Dorong BUMN Melantai di Bursa, Ini Daftarnya
Danantara Resmi Jadi Anggota Forum Dana Kekayaan Negara Dunia
BTN Gelar RUPSLB September 2026, Bahas Perubahan Susunan Pengurus