Danantara Targetkan Produksi Magnet Permanen Berbasis Logam Tanah Jarang pada 2028

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:06 WIB
Danantara Targetkan Produksi Magnet Permanen Berbasis Logam Tanah Jarang pada 2028

BPI Danantara berencana membangun industri magnet permanen berbasis logam tanah jarang (LTJ) untuk memperkuat rantai industri kendaraan listrik (EV) di dalam negeri. Industri ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2028.

Chief Technology Officer (CTO) Danantara, Sigit Puji Santosa, mengungkapkan bahwa pengembangan akan dilakukan bertahap, mulai dari pembangunan fasilitas pemurnian untuk menghasilkan rare earth oxide, proses pemisahan elemen, hingga produksi magnet permanen. "Dalam waktu sekitar 1,5 tahun dari sekarang, fasilitas untuk separation element sudah mulai berjalan. Sekitar 2 tahun dari sekarang, mungkin kami sudah mulai memiliki guidance atau rencana pengembangan yang lebih jelas. Insya Allah pada 2028, permanent magnet sudah bisa diproduksi di Indonesia," kata Sigit dalam MINDialog di Energy Building, Jakarta, Rabu (12/8).

Untuk menghasilkan rare earth oxide, Sigit optimistis dapat tercapai pada tahun depan. Pasalnya, industri tersebut bisa mulai dibangun dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Magnet permanen yang diproduksi nantinya akan digunakan dalam motor traksi, yang menjadi komponen penting dalam rantai industri EV yang ingin dibangun Danantara secara holistik dari hulu ke hilir. "Permanent magnet nanti ada motor traksinya, sampai ke motor dan mobil EV-nya. Jadi, kita melihatnya secara holistik, dari hulu ke hilir. Rare earth itu untuk yang EV," ujar Sigit.

Selain untuk EV, Sigit menyebut potensi rare earth juga akan dikembangkan untuk sektor pertahanan. Hal ini dapat mencakup subsektor industri baja hingga sensor. "Untuk sektor pertahanan, potensinya juga cukup banyak di Indonesia. Misalnya untuk baja armor, kami bersama teman-teman di Krakatau Steel sudah mempertimbangkan dan sudah bisa masuk ke industri baja armor. Hanya saja, masih harus kami sempurnakan. Kemudian, pengembangannya bisa sampai ke material untuk semikonduktor, radar, sensor, dan lain-lain," kata Sigit.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags