Prabowo Berencana Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit

- Jumat, 13 Februari 2026 | 10:55 WIB
Prabowo Berencana Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit
Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri

Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera untuk Kapolri

Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026

Dalam sebuah acara di Palmerah, Jakarta Barat, Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan mengumumkan rencananya untuk menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penghargaan tertinggi itu disebut sebagai bentuk apresiasi atas inisiatif dan dukungan penuh Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan pemerintah.

Pengumuman itu disampaikan Prabowo usai meresmikan Sentra Pangan Peduli Gizi (SPPG) Polri. Suasana saat itu cukup hangat. Sebelum pidato, Presiden terlebih dahulu memberikan sejumlah tanda kehormatan lain. Bintang Jasa dan Satyalencana Wira Karya masing-masing diberikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri.

"Karena itu tadi kita beri penghargaan. Kapolri belum karena beliau nanti harus dapet penghargaan yang lebih tinggi lagi. Saya kira mungkin Mahaputera itu pantas untuk beliau," ujar Prabowo di hadapan undangan.

Rupanya, rencana pemberian bintang itu muncul dari percakapan spontan antara Presiden dan Kapolri. Prabowo mengisahkan, ia sempat bertanya apakah Sigit sudah pernah menerima Bintang Mahaputera. Jawabannya belum. Nah, dari situlah ide itu muncul.

"Saya tanya, 'Anda sudah dapat Mahaputera?'. 'Belum, belum'. Saya yang beri Mahaputera untuk beliau," tutur Prabowo dengan nada bangga. "Ini kehormatan bagi seorang pemimpin, ini kebahagiaan seorang Bapak bisa mengucapkan terima kasih kepada anaknya, kebanggaan."

Di sisi lain, Prabowo tampak sangat gembira dengan inisiatif Polri membangun SPPG. Ia merasa puas karena institusi penegak hukum itu dinilainya tidak melupakan tugas pokok, tetapi juga jeli menangkap persoalan krusial bangsa: masalah gizi anak.

"Saya hari ini sungguh-sungguh merasa bahagia," kata Prabowo. Ia melihat langkah Polri ini sebagai bentuk tangkapan yang tepat terhadap masalah mendasar yang mempengaruhi keselamatan bangsa di masa depan.

Program SPPG Polri sendiri merupakan bagian dari upaya mendukung visi pemerintahan yang tercantum dalam Asta Cita, menuju Indonesia Emas 2045. Tujuannya jelas: meningkatkan status gizi anak, mencegah stunting, dan pada akhirnya mendukung kualitas hidup serta tumbuh kembang generasi penerus.

Dengan beroperasinya sentra pangan ini, harapannya layanan pemenuhan gizi bisa berjalan lebih optimal. Manfaatnya pun diharapkan langsung bisa dirasakan masyarakat. Sebuah langkah nyata, yang rupanya berbuah penghargaan tertinggi dari negara.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar