Dijelaskannya, jumlah tersebut terbagi menjadi 411 SPPG yang telah beroperasi, 162 dalam persiapan operasional, 499 lagi yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada Maret 2026, serta 107 unit yang baru memasuki tahap groundbreaking. Perhatian khusus juga diberikan pada daerah-daerah dengan akses terbatas.
"Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberi manfaat bagi 2.947.500 dan menyerap 58.950 tenaga kerja," lanjutnya.
Dari keseluruhan jumlah itu, sebanyak 33 SPPG sengaja dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di wilayah Papua, sebagai upaya pemerataan akses pendidikan.
Konteks Strategis Program MBG
Kapolri juga menempatkan program Makanan Bergizi dan Beragam (MBG), yang terkait dengan gudang ketahanan pangan, dalam kerangka strategis nasional yang lebih luas. Menurutnya, program ini memiliki dampak jangka panjang yang krusial bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
"Program MBG adalah salah satu dari 8 program hasil terbaik cepat yang merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan sehat, cerdas, dan siap menjadi SDM unggul, dan siap berdaya saing di masa depan," jelas Sigit.
Dengan pernyataan ini, Sigit menegaskan komitmen Polri untuk mendukung penuh agenda pemerintah, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam pembangunan sumber daya manusia melalui kontribusi di sektor pendidikan dan ketahanan pangan.
Artikel Terkait
Kontroversi Penalti Akhiri Upaya Timnas Indonesia di Final FIFA Series
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa
DKI Mulai Bangun Zebra Cross di Tebet, Respons Atas Inisiatif Warga
Guru MTs di Depok Diduga Sebar Brosur Jasa Seksual, Mengidap HIV Sejak 2014