"Operasi Ketupat 2025 merupakan Operasi Ketupat sepanjang masa, ini tentunya berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang cepat mengambil sikap. Salah satunya Work From Anywhere (WFA), terus kemudian sikap tegas Pak Menhub berkaitan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Pelarangan Kendaraan Sumbu Tiga untuk beroperasi selama operasi," tuturnya.
Ia melanjutkan dengan data konkret, "Catatan Operasi Ketupat 2025 tahun lalu adalah kita bisa menurunkan angka kecelakaan peristiwanya 31 persen, biasanya tahun lalu hanya satu digit 5 persen 6 persen, tetapi untuk 2025 31 persen."
Kolaborasi Kunci Keberhasilan
Menutup paparannya, Kakorlantas kembali menekankan pentingnya sinergi antar lembaga. Persiapan teknis di lapangan, mulai dari rencana darurat hingga skema pengaturan arus lalu lintas seperti contra flow dan one way, dirancang berdasarkan koordinasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami sudah siap Pak, kami selalu berkoordinasi di lapangan, sehingga nanti rangkaian cara bertindak baik nanti emergency plan akan kita siapkan. Kami selalu bergandengan tangan dipimpin Pak Menhub dengan Pak Dirut Jasa Marga, parameter yang kami lakukan itu kami diskusi baik contra flow, one way, one way nasional tergantung traffic counting yang terjadi saat itu," pungkas Irjen Agus.
Artikel Terkait
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda
Biaya Operasional Pelayaran Global Membengkak Rp5,6 Triliun per Hari Akibat Ketegangan Selat Hormuz
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Menteri PU Perintahkan Percepatan Saluran Tersier untuk Optimalkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Boyolali