Di sisi lain, ada satu nama yang cukup sensitif karena berafiliasi dengan sang utusan khusus sendiri. PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) disebut-sebut memiliki PE 516,82 kali. Arsari Group lewat PT Arsari Nusa Investama, yang dimiliki Hashim, tercatat sebagai salah satu pemegang saham COIN per Desember 2025.
Sebagai informasi, PE ratio memang alat ukur umum untuk menilai mahal atau murahnya sebuah saham. Dasarnya sederhana: perbandingan harga saham terhadap laba bersih per saham yang dihasilkan perusahaan. Logikanya, semakin tinggi PE, semakin mahal valuasinya karena investor membayar lebih mahal untuk setiap rupiah laba.
Nah, dalam Asean Climate Forum (ACF) 2026 di Jakarta, Hashim sendiri yang menyoroti anomali ini. Ia heran, bagaimana bisa ada emiten dengan PE ratio yang tidak masuk akal, mulai dari 167 kali, 900 kali, bahkan melambung hingga 4.000 kali.
Menurutnya, situasi ini akan membuat pemerintah mengawasi pasar modal dengan ketat. Gejolak yang terjadi, ujarnya, seringkali bersumber dari kurangnya transparansi.
Adik dari Presiden Prabowo Subianto ini menegaskan, kepercayaan dan kredibilitas adalah fondasi utama. Tanpa itu, pasar modal tak akan berjalan dengan sukses.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Media ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi Anda.
Artikel Terkait
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda
Biaya Operasional Pelayaran Global Membengkak Rp5,6 Triliun per Hari Akibat Ketegangan Selat Hormuz
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Menteri PU Perintahkan Percepatan Saluran Tersier untuk Optimalkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Boyolali