Jalur Patahan yang Membentang Panjang
Agus menambahkan bahwa jejak aktivitas patahan ini dapat diamati di lapangan. Buktinya terlihat dari banyaknya struktur beton yang retak atau patah di sepanjang koridor tersebut. Hal ini menguatkan analisis bahwa kawasan ini merupakan zona struktur geologi aktif.
"Jadi selain litologinya lempung, juga merupakan daerah zona struktur geologi yang aktif, karena faktanya tiap tahun ada pergerakan di daerah itu," ungkapnya.
Jika ditarik garis lurus, jalur patahan ini membentang cukup luas. Dimulai dari kawasan Sampangan, naik ke Jalan Dewi Sartika, melintasi kawasan Untag dan Jalan Prof. Sugiyopranoto. Garis itu kemudian menyeberangi jalan tol, masuk ke wilayah Gombel, berlanjut ke Jangli, dan mengarah hingga Sigar Bencah.
Pemetaan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang sebaran wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih terkait mitigasi bencana gerakan tanah, mengingat aktivitas geologisnya yang terus berlangsung.
Artikel Terkait
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda
Biaya Operasional Pelayaran Global Membengkak Rp5,6 Triliun per Hari Akibat Ketegangan Selat Hormuz
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang