MURIANETWORK.COM - Pemerintah berkomitmen memulihkan lahan perhutanan sosial yang rusak akibat banjir di tiga provinsi di Sumatera. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, yang menekankan pentingnya kawasan tersebut sebagai sumber penghidupan utama masyarakat. Pemulihan akan dilakukan melalui dukungan anggaran dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat rehabilitasi lahan dan ekonomi warga.
Fokus pada Pemulihan Lahan dan Ekonomi Warga
Dalam pernyataannya, Rohmat Marzuki menegaskan bahwa lahan perhutanan sosial dan masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara harus segera direhabilitasi. Penekanan ini muncul mengingat ketergantungan hidup banyak warga setempat pada hasil hutan. Kawasan perhutanan sosial bukan sekadar hamparan tanah, melainkan tulang punggung ekonomi yang menyokong kehidupan sehari-hari ribuan keluarga.
Meski belum merinci luas total lahan yang terdampak, langkah konkret sudah mulai dirancang. Kementerian Kehutanan berencana mendorong skema pendanaan alternatif yang dapat digerakkan secara kolektif.
"Tentunya lahan-lahan perhutanan sosial ataupun masyarakat yang terdampak di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, tentunya harus ada pemulihan," tegas Rohmat saat menutup sebuah workshop di Jakarta, Kamis.
Kolaborasi dan Dukungan Pendanaan
Pemulihan pascabencana, terutama untuk aset vital seperti lahan perhutanan sosial, memerlukan pendekatan yang komprehensif. Rohmat menyadari bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi, mencari sumber pendanaan inovatif yang dapat mempercepat proses rehabilitasi.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik hutan, tetapi juga mengembalikan roda perekonomian masyarakat yang ikut terpuruk akibat bencana.
"Insyaallah ke depan Kementerian Kehutanan juga akan mendukung, akan membantu, semoga nanti ada upaya-upaya termasuk pendanaan alternatif yang kita bisa dorong bersama untuk pemulihan lahan-lahan perhutanan sosial," ujarnya.
Harapan untuk Kesembuhan dan Pencegahan
Di akhir penyampaiannya, Rohmat Marzuki tidak lupa mengajak seluruh pihak untuk turut mendoakan kesembuhan dan kekuatan bagi warga di tiga provinsi yang terdampak. Ungkapan ini mencerminkan keprihatinan yang mendalam, sekaligus harapan agar bencana serupa tidak terulang di masa depan. Pemulihan lahan harus berjalan beriringan dengan pemulihan semangat masyarakat.
"Kami tidak bisa menutup acara ini tanpa kembali mengingat saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir. Kita doakan terus semoga bisa pulih dan banjir bandang tidak akan terjadi lagi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutupnya.
Artikel Terkait
Hujan Deras di Jakarta Pagi Ini, 31 RT di Jaksel Terendam Banjir
Polda Jatim Sita Aset Rp2,7 Miliar dari Dua Kasus Pencucian Uang Narkoba
Polda Metro Jaya Buka Layanan Perpanjangan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta Hari Ini
Trump Sebut Penangkapan Pangeran Andrew sebagai Aksi yang Memalukan