Dari segi fisik, bangunannya cukup megah. Dibangun di lahan seluas 32.125 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 61.596 meter persegi, masjid ini mampu menampung lebih dari 60.000 jamaah. Desainnya memadukan unsur modern dan spiritual; kubahnya menyerupai sorban, sementara menara setinggi 99 meter merepresentasikan Asmaul Husna. Proses pembangunannya sendiri dikatakan telah mencapai 98,4 persen.
Namun begitu, fungsi Masjid Negara IKN rupanya tak cuma untuk ibadah semata. Ia juga dirancang sebagai pusat peradaban. Di dalamnya akan ada perpustakaan digital, ruang pertemuan, dan area komersial yang dikhususkan untuk UMKM lokal.
Berbagai kegiatan selama Ramadan 2026 pun sudah disiapkan. Mulai dari Bazar Ramadan, buka puasa bersama, pusat takjil, hingga kajian subuh dan kultum tarawih. Ada juga pengajian yang dikhususkan untuk kalangan Gen-Z dan ibu-ibu, serta peringatan Nuzulul Quran.
Di sisi lain, kegiatan keagamaan selama bulan suci tidak hanya terpusat di Masjid Negara. Suwito menambahkan, rangkaian serupa juga disiapkan di 12 masjid dan 37 mushala yang tersebar di kawasan perkantoran, Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), hingga rumah susun di seluruh area IKN.
Artikel Terkait
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah
American University of Beirut Kosongkan Kampus, Beralih ke Daring Imbas Ancaman Iran
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Konflik AS-Israel-Iran Genap Sebulan, Korban Jiwa Ribuan dan Harga Minyak Melambung