“Kami kunjungan ke sini untuk memberi penguatan dan dukungan moril kepada masyarakat Aceh yang terdampak dalam bencana akhir November, dan tentu saja ini adalah empati, simpati, dan dukungan luar biasa yang kami berikan kepada masyarakat Aceh,” tutur Muzani dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kunjungan ini sekaligus menjadi momen untuk mengevaluasi perkembangan pemulihan pascabencana. Data terbaru dari Pemprov Aceh per 9 Februari 2026 menunjukkan bahwa sekitar 69.000 warga masih harus tinggal di tempat pengungsian.
“Yang kedua, kami ingin mengecek kondisi langsung di Aceh. Tadi disampaikan oleh Wakil Gubernur Provinsi Aceh, Pak Fadhlullah, bahwa ada kemajuan yang signifikan, kemudian kemajuan itu sekarang sudah mulai dirasakan,” ungkapnya.
Komposisi Bantuan dan Harapan ke Depan
Bantuan yang disalurkan terdiri dari 15.000 paket sembako dan 15.000 paket perlengkapan ibadah. Paket sembako berisi bahan pokok seperti mi instan, minyak goreng, gula pasir, teh, dan biskuit. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga, sekaligus mempersiapkan mereka untuk menjalani ibadah di bulan suci dengan lebih tenang. Kolaborasi antara lembaga tinggi negara, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan ini menunjukkan koordinasi yang terjalin dalam penanganan dampak bencana yang melanda wilayah Sumatra tersebut.
Artikel Terkait
BAPERA Bantah Ketum Fahd El Fouz Terkait Dugaan Pengeroyokan
Rano Karno: Perputaran Ekonomi Jakarta Capai Rp48 Triliun di Akhir Tahun
Herdman Puas dengan Persiapan Timnas Indonesia Jelang Final FIFA Series 2026
THR Dongkrak Belanja Ramadan, Tapi Fenomena Makan Tabungan Masih Terjadi