“Setelah proses evakuasi, kami langsung menonaktifkan lift untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh tim teknis. Pada pukul 15.51 WIB, lift telah dinyatakan aman dan dapat beroperasi kembali secara normal,” tuturnya.
Menyikapi kejadian ini, manajemen LRT Jabodebek mengaku telah memperketat protokol pengawasan. Pengawasan harian dan perawatan berkala oleh teknisi bersertifikat ditingkatkan. Selain itu, evaluasi berbasis data historis gangguan juga diterapkan sebagai bagian dari strategi mitigasi berlapis untuk memastikan keandalan fasilitas, terutama di stasiun-stasiun dengan lalu lintas penumpang tinggi.
“Kami melakukan pengecekan harian dan perawatan berkala oleh teknisi tersertifikasi serta evaluasi berbasis histori gangguan untuk mencegah pengulangan kejadian. KAI memastikan seluruh fasilitas vertikal, baik lift maupun eskalator, berada dalam pengawasan teknis berlapis,” tegas Radithya.
Edukasi Pengguna dan Apresiasi
Sebagai langkah pencegahan non-teknis, petunjuk informasi darurat di sekitar area lift kini diperjelas. Tujuannya adalah agar penumpang dapat memahami langkah yang harus diambil jika menghadapi situasi serupa. Radithya juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan sikap tenang para pengguna yang terjebak, yang dinilai sangat membantu kelancaran proses evakuasi.
“Kami telah memasang petunjuk penggunaan lift, termasuk informasi tombol alarm darurat dan kontak petugas Station Officer untuk mengurangi kecemasan apabila terjadi gangguan,” ungkapnya.
Dengan kombinasi penanganan teknis yang rigor dan upaya edukasi kepada pengguna, pihak operator berharap standar keamanan dan kenyamanan layanan transportasi publik ini dapat terus terjaga.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Kementerian Agama dan BMKG Siapkan 96 Titik Pantau Hilal Jelang Sidang Isbat
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi
Perawat Lansia di Jepang Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo di Bandara Haneda