Dengan asumsi iuran sebesar Rp 42.000 per orang per bulan, Honoris menyebut kebutuhan anggaran mencapai Rp 9,07 triliun per bulan.
"Dikalikan 12 (bulan) berarti Rp 108,8 triliun per tahun," lanjutnya.
Mencapai Cakupan Kesehatan Menyeluruh
Angka tahunan sebesar Rp 108,8 triliun itu, dalam pandangannya, bukanlah sesuatu yang mustahil bagi negara. Ia menegaskan bahwa dengan anggaran tersebut, Indonesia berpotensi mencapai Universal Health Coverage (UHC) secara penuh, dengan tingkat keaktifan peserta mencapai 100 persen.
"Mampu nggak? Mampu! Kemarin Pak Menkeu sudah ngomong kok, duit saya banyak katanya," tegas Charles Honoris, menyitarkan pernyataan Menteri Keuangan untuk memperkuat argumennya.
Wacana yang digulirkan ini menyiratkan sebuah evaluasi mendalam terhadap sistem jaminan kesehatan nasional. Meski disampaikan dengan perhitungan yang terlihat lugas, implementasinya tentu memerlukan kajian komprehensif yang mempertimbangkan kesinambungan fiskal, efisiensi sistem, dan keberlanjutan layanan kesehatan dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Menteri PU Perintahkan Percepatan Saluran Tersier untuk Optimalkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Boyolali
Korlantas: Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30 Persen
Iran Ancam Balas Serangan ke Universitas Isfahan dengan Target Kampus AS di Teluk