MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan skenario pembiayaan iuran BPJS Kesehatan secara penuh oleh negara bagi seluruh warga. Gagasan ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Menteri Kesehatan dan pimpinan BPJS Kesehatan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11 Februari 2026). Honoris menyertakan perhitungan yang menunjukkan anggaran negara dinilainya mampu menanggung beban tersebut guna mewujudkan cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage) secara menyeluruh.
Dorongan untuk Skenario Baru
Dalam forum rapat tersebut, Charles Honoris secara terbuka mengajak pemerintah untuk berpikir di luar skema pembiayaan BPJS Kesehatan yang berlaku saat ini. Ia menawarkan sebuah alternatif radikal di mana negara mengambil alih pembayaran iuran untuk kelompok masyarakat non-formal, di luar pekerja formal dan aparatur negara.
"Bapak ibu saya ingin membuka diri untuk berdiskusi, atau berpikir tentang suatu skenario lain, skenario di mana di luar dari pekerja formal, PNS/TNI-Polri, di luar dari mereka itu seluruh peserta atau seluruh warga negara kepesertaan BPJS-nya dibiayai oleh negara. Bisa nggak? Bisa. Mampu nggak? Menurut saya mampu. Kita coba hitung," ujarnya.
Rincian Perhitungan yang Ditawarkan
Politikus dari PDI Perjuangan itu kemudian memaparkan analisis sederhana berdasarkan data kependudukan. Dari total sekitar 280 juta penduduk Indonesia, ia mengurangkan kelompok yang iurannya sudah ditanggung oleh pemberi kerja, yaitu 38 juta pekerja formal, 20 juta PNS/TNI/Polri, dan 4,5 juta pensiunan. Hasilnya, tersisa sekitar 216,5 juta warga yang menurutnya perlu mendapatkan perlindungan kesehatan yang dibiayai negara.
Artikel Terkait
Biaya Operasional Pelayaran Global Membengkak Rp5,6 Triliun per Hari Akibat Ketegangan Selat Hormuz
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Menteri PU Perintahkan Percepatan Saluran Tersier untuk Optimalkan Jaringan Irigasi Air Tanah di Boyolali
Korlantas: Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30 Persen