Stabilitas Eksternal Menjadi Pilar Penting
Dari sisi perdagangan internasional, Indonesia terus mencatatkan kinerja impresif. Surplus neraca perdagangan telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut, dengan nilai terakhir mencapai 2,51 miliar dolar AS. Posisi eksternal yang sehat ini ditopang oleh cadangan devisa yang besar, senilai 154,6 miliar dolar AS, serta realisasi investasi yang menembus angka Rp1.931,2 triliun.
Kewaspadaan Terhadap Dinamika Global
Meski berbagai indikator memancarkan sinyal hijau, pemerintah tidak lengah. Dalam rapat tersebut, dibahas pula kewaspadaan terhadap dinamika persepsi pasar internasional, termasuk proyeksi dari lembaga pemeringkat seperti Moody's. Status kredit Indonesia memang masih bertahan di peringkat layak investasi (investment grade), namun pemerintah menganggap setiap perkembangan perlu direspons dengan kebijakan yang tepat.
Airlangga Hartarto menegaskan hal ini menjadi perhatian utama kabinet. "Hal ini menjadi perhatian utama, terutama terkait penjelasan mengenai potensi peningkatan penerimaan negara serta strategi pengembangan Danantara ke depan," ungkapnya.
Langkah strategis ini mempertegas komitmen pemerintah untuk tidak sekadar mempertahankan stabilitas, tetapi juga mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan. Fokusnya adalah membangun ketahanan yang lebih dalam guna menghadapi gelombang ketidakpastian ekonomi global yang mungkin masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
MUI Tegaskan Peran Keluarga Krusial Dampingi PP Tunas Lindungi Anak di Dunia Maya
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Diberangkatkan ke TMP Kalibata
AS Kerahkan 3.500 Marinir dan Pelaut ke Timur Tengah via USS Tripoli
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru untuk 29 Maret 2026