Kalau dilihat secara keseluruhan Pulau Sumatera, situasinya tak kalah serius. Total ada 336 titik panas yang terpantau, dengan Riau menjadi penyumbang terbanyak. Peringkat berikutnya diisi oleh Kepulauan Bangka Belitung (25 titik), Aceh (20), Sumatera Utara (16), Kepulauan Riau (14), Sumatera Barat (5), dan Jambi (3). Riau jelas menjadi episentrumnya.
Di sisi lain, laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mengonfirmasi bahwa titik panas itu sudah berubah menjadi kobaran api nyata. Sejak awal tahun 2026 ini, setidaknya 10 kabupaten dan kota di Riau sudah dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Luasannya mencapai 182,76 hektare angka yang bisa saja terus bertambah.
Jim Gafur, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau, menyebutkan kesepuluh daerah itu adalah Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, plus Kota Dumai dan Pekanbaru.
Dari data luasan yang ada, teridentifikasi 848 titik panas dengan 79 di antaranya merupakan titik api aktif. Menanggapi hal ini, BPBD Damkar Riau sudah mengimbau seluruh BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk bersiap. Mereka diminta mempertimbangkan penetapan status siaga darurat karhutla. Langkah antisipasi jelas diperlukan sebelum semuanya bertambah parah.
Artikel Terkait
Erick Thohir Apresiasi Performa Timnas Meski Kalah dari Bulgaria di Final FIFA Series
Lelang KPK Raup Rp 10,9 Miliar, Dua HP Bekas Laku Rp 59 Juta Tak Ditebus
Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Desak Langkah Diplomatik
Mantan Guru Depok Diamankan Usai Sebar Brosur Penawaran Jasa Seks di Pamulang