Sinergi. Itu kata kuncinya. Bukan persaingan yang saling menjatuhkan.
Langkah ini bukan muncul tiba-tiba. Ia adalah konsekuensi dari kerja masif Satgas PKH belakangan ini. Salah satu wujud nyatanya adalah pengalihan pengelolaan kebun sawit negara seluas 1,7 juta hektare. Aset raksasa itu kini berada di bawah PT Agrinas Palma Nusantara.
Tak cuma sawit. Sektor pertambangan pun tak luput. Tambang Emas Martabe di Sumatera Utara, misalnya, nasibnya sudah dipastikan. Setelah izin usaha perusahaan sebelumnya dicabut bulan lalu, aset strategis ini akan diambil alih oleh BUMN baru bernama Perminas.
Harapannya jelas. Dengan koordinasi ketat di bawah Badan Pengaturan BUMN, aset-aset produktif milik negara itu bisa dikelola secara transparan. Dan yang paling penting, memberikan keuntungan optimal untuk mengisi kas negara. Sebuah langkah besar yang hasilnya masih harus ditunggu.
Artikel Terkait
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata
Thailand dan Iran Sepakati Jaminan Keamanan untuk Kapal Tanker di Selat Hormuz