Wakil Ketua MPR Desak Penguatan Link and Match Pendidikan-Industri Atasi Pengangguran

- Selasa, 10 Februari 2026 | 21:20 WIB
Wakil Ketua MPR Desak Penguatan Link and Match Pendidikan-Industri Atasi Pengangguran

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Rerie melihat data-data tersebut sebagai lampu kuning bagi para pemangku kebijakan. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil harus benar-benar menyentuh akar permasalahan dan menghasilkan solusi yang berkelanjutan.

Dunia kerja yang terus berubah, terutama didorong oleh percepatan teknologi, menuntut tenaga kerja yang tidak hanya terampil tetapi juga adaptif. Oleh karena itu, sistem pendidikan didorong untuk berbenah. “Karena itu, saya mendorong agar pendidikan sejak dini mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan khusus dan kemampuan beradaptasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Peran Pemerintah dan Kolaborasi Semua Pihak

Mewujudkan keselarasan yang dimaksud memerlukan lebih dari sekadar wacana. Rerie menekankan bahwa komitmen nyata dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi kunci utama. Membangun jembatan yang kokoh dan berkelanjutan antara institusi pendidikan dan pelaku industri adalah sebuah keharusan.

Dengan begitu, link and match antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri bukan lagi sekadar konsep, melainkan sebuah realitas yang mampu menjawab tantangan zaman. Harapan terbesarnya adalah terciptanya gerakan kolektif dari semua pihak terkait.

“Saya sangat berharap semua pihak terkait dapat bergerak bersama untuk mewujudkan SDM nasional yang berdaya saing dan mampu menjawab berbagai tantangan dalam proses pembangunan, demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi setiap anak bangsa,” pungkas Rerie.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar