Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Rerie melihat data-data tersebut sebagai lampu kuning bagi para pemangku kebijakan. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil harus benar-benar menyentuh akar permasalahan dan menghasilkan solusi yang berkelanjutan.
Dunia kerja yang terus berubah, terutama didorong oleh percepatan teknologi, menuntut tenaga kerja yang tidak hanya terampil tetapi juga adaptif. Oleh karena itu, sistem pendidikan didorong untuk berbenah. “Karena itu, saya mendorong agar pendidikan sejak dini mempersiapkan peserta didik dengan keterampilan khusus dan kemampuan beradaptasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Peran Pemerintah dan Kolaborasi Semua Pihak
Mewujudkan keselarasan yang dimaksud memerlukan lebih dari sekadar wacana. Rerie menekankan bahwa komitmen nyata dari pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi kunci utama. Membangun jembatan yang kokoh dan berkelanjutan antara institusi pendidikan dan pelaku industri adalah sebuah keharusan.
Dengan begitu, link and match antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri bukan lagi sekadar konsep, melainkan sebuah realitas yang mampu menjawab tantangan zaman. Harapan terbesarnya adalah terciptanya gerakan kolektif dari semua pihak terkait.
“Saya sangat berharap semua pihak terkait dapat bergerak bersama untuk mewujudkan SDM nasional yang berdaya saing dan mampu menjawab berbagai tantangan dalam proses pembangunan, demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi setiap anak bangsa,” pungkas Rerie.
Artikel Terkait
Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi
Teras Balongan Jadi Pusat Oleh-Oleh Khas Pesisir untuk Pemudik Indramayu
Mulai Berlaku, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Buka Media Sosial
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS