“Berapa dari pemda yang sudah terima (order kapal) dari KKP? Belum? Kan aneh, enggak masuk akal. Uangnya (sudah) gua keluarin, order-nya enggak ada. Ini apa-apaan? Ini kurang aktif apa gimana?” ujar Purbaya dalam kesempatan tersebut.
Ia bahkan menyebut kerugian potensial akibat anggaran yang tidak segera direalisasikan. “Kenapa KKP belum ada order di sana (industri kapal dan galangan kapal domestik)? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya sudah saya anggarin loh, rugi saya Pak, sudah ngutang, disalokasi, enggak dipakai,” tambahnya.
Imbauan untuk Validasi Data
Merujuk pada pernyataan Purbaya tersebut, Trenggono menekankan pentingnya verifikasi data sebelum memberikan pernyataan publik. Ia menilai, langkah koordinasi dan konfirmasi internal seharusnya dilakukan terlebih dahulu untuk menghindari kesalahpahaman.
“Jadi sebaiknya, Pak Purbaya tanya dulu ke anak buahnya sebelum komentar,” tutur Trenggono, menutup pernyataannya.
Perbedaan persepsi antar dua menteri ini menyoroti kompleksnya koordinasi teknis dan administratif dalam proyek strategis pemerintah. Kedua pihak tampaknya merujuk pada tahap dan instrumen pendanaan yang berbeda, yang memerlukan penjelasan lebih lanjut untuk memberikan kejelasan kepada publik dan pelaku industri.
Artikel Terkait
Tiket Whoosh Tembus 293 Ribu untuk Mudik Lebaran 2026
Bareskrim Sita Rp 55 Miliar dari Kasus Judi Online, Berkas Dinyatakan Lengkap
Panduan Lengkap Menanam Cabai Rawit di Pot untuk Pemula
Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Dua Rumah di Pekalongan Rusak