“Dengan struktur yang lebih jelas, kebijakan pemberdayaan perempuan tidak lagi bersifat sektoral, tetapi menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan secara menyeluruh,” paparnya lebih lanjut.
Peran Strategis Universitas
Megawati juga melihat institusi pendidikan tinggi, seperti PNU yang mengundangnya, memiliki peran krusial. Universitas dinilainya sebagai ruang strategis untuk membentuk nilai dan calon-calon pemimpin masa depan, termasuk pemimpin perempuan.
“Princess Nourah bint Abdulrahman University berdiri sebagai bukti bahwa pendidikan adalah jalan utama pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.
Ia melanjutkan dengan menekankan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan politik. Menurut Megawati, pemerintahan yang kuat membutuhkan pijakan intelektual yang kokoh, sementara ilmu pengetahuan memerlukan keberanian politik untuk diwujudkan menjadi kebijakan yang berdampak nyata.
“Ilmu pengetahuan membutuhkan keberanian politik agar dapat mengubah realitas sosial. Di sinilah pertemuan antara kampus dan negara menemukan maknanya,” imbuh Ketua Umum PDIP tersebut, menutup pandangannya tentang kolaborasi ideal antara teori dan praktik.
Artikel Terkait
Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi
Teras Balongan Jadi Pusat Oleh-Oleh Khas Pesisir untuk Pemudik Indramayu
Mulai Berlaku, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Buka Media Sosial
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS