"Reputasi yang dibangun puluhan tahun, bisa hancur dalam sekejap oleh lawan politik. Kejam, ya," jelasnya dengan nada prihatin.
Namun begitu, AHY tak mau para kadernya cuma pasif. Era ini memang tak terhindarkan, tapi respons kitalah yang menentukan. Dia mengajak semua untuk terus berefleksi, mencari solusi agar bangsa ini tak gampang terpecah belah oleh politik fitnah.
Selain itu, ada satu hal lagi yang dia waspadai: politik identitas. Indonesia dengan segala kemajemukannya dari ribuan pulau, ratusan juta penduduk, hingga keragaman suku dan agama adalah sebuah berkah sekaligus kerentanan.
"Perbedaan itu karunia, tapi juga menyimpan celah," katanya.
Politik yang mengeksploitasi perbedaan identitas, tegas AHY, sangat berbahaya dan mematikan. Demokrat, menurutnya, harus terus menolak keras praktik semacam itu.
"Jangan sampai kita lengah. Jangan gunakan identitas untuk memecah belah bangsa sendiri. Dua hal inilah yang harus kita perangi," pungkas AHY menegaskan.
Artikel Terkait
Angin Puting Beliung Terjang Kudus, 221 Rumah Rusak di Empat Desa
DKI Mulai Bangun Zebra Cross di Tebet, Respons Atas Inisiatif Warga
Guru MTs di Depok Diduga Sebar Brosur Jasa Seksual, Mengidap HIV Sejak 2014
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi