MURIANETWORK.COM - Pasukan militer Israel menewaskan empat orang yang dicap sebagai militan di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada Senin (9/2) waktu setempat. Keempatnya ditembak setelah diduga keluar dari sebuah terowongan bawah tanah dan menyerang posisi tentara. Insiden ini langsung memicu klaim dari Israel sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, meski rentetan kekerasan di wilayah itu terus berlanjut pasca dimulainya fase kedua perjanjian yang dimediasi Amerika Serikat.
Klaim Militer Israel Soal Insiden Penembakan
Dalam pernyataan resminya, militer Israel memberikan narasi detail mengenai kejadian tersebut. Mereka menyebut kelompok bersenjata itu muncul dari bawah tanah sebelum membuka tembakan.
"Beberapa saat yang lalu, empat teroris bersenjata keluar dari terowongan bawah tanah dan menembak ke arah tentara-tentara di area Rafah di Jalur Gaza bagian selatan... Setelah melakukan identifikasi, pasukan menewaskan para teroris itu," jelas pernyataan itu, seperti dilaporkan sejumlah kantor berita internasional.
Lebih lanjut, otoritas militer menegaskan tidak ada korban di pihak mereka. Mereka dengan tegas menyematkan insiden ini sebagai bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan damai.
Artikel Terkait
Kosovo Kalahkan Slovakia 4-3, Siap Hadapi Turki di Final Kualifikasi Piala Dunia
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Pengguna QRIS di Kaltim Tembus 859 Ribu, Transaksi Digital dan Uang Tunai Tumbuh Beriringan
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham