Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Diduga Cemari Kali Angke

- Senin, 09 Februari 2026 | 14:15 WIB
Kebakaran Gudang Pestisida di Tangsel Diduga Cemari Kali Angke

MURIANETWORK.COM - Sebuah gudang penyimpanan pestisida di Taman Tekno, Tangerang Selatan, ludes dilalap si jago merah pada Senin (9/2/2026) dini hari. Kebakaran yang melibatkan bahan kimia ini tidak hanya menimbulkan kerugian material besar, tetapi juga diduga kuat telah mencemari aliran Kali Angke akibat limbah hasil pembakaran yang mengalir ke badan air.

Limbah Kimia Diduga Mencemari Kali Angke

Dampak lingkungan segera terlihat pascakebakaran. Menurut petugas di lapangan, limbah cair sisa pembakaran pestisida mengalir melalui gorong-gorong dan akhirnya mencapai sungai. Aliran zat kimia ini diduga menjadi penyebab matinya sejumlah ikan di perairan tersebut.

Danton Dinas Pemadam Kebakaran Tangerang Selatan, Sahroni, mengonfirmasi hal itu. "Zat kimia yang terbakar, limbahnya ngalir ke gorong-gorong, jadi kebawa arus, kebawa ngalir ke sana," ujarnya.

Sahroni menegaskan bahwa limbah tersebut langsung mencemari sungai. "Mencemari sungai, sampai banyak ikan yang mati. Pestisida itu. Itu salah satu aliran air dari kali Angke," tuturnya.

Pemadaman Alami Kendala Serius

Kebakaran yang melibatkan material berbahaya ini menghadirkan tantangan berat bagi regu pemadam. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangsel, Omay Komarudin, menjelaskan bahwa timnya harus mengerahkan 14 unit kendaraan dan puluhan personel untuk menjinakkan api yang sulit dikendalikan.

Proses pemadaman berjalan alot karena dua faktor utama. "Objek yang terbakar itu gudang insektisida, jadi proses pemadaman cukup sulit. Selain lokasinya jauh dari sumber air, bahan kimia termasuk yang paling sulit dipadamkan," jelas Omay.

Kerugian Besar, Penyebab Masih Diselidiki

Meski berhasil dikuasai, api telah menghanguskan seluruh isi gudang. Kerugian material awal diperkirakan mencapai angka Rp2 miliar. Kabar baiknya, insiden yang terjadi di kawasan pergudangan itu tidak menelan korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa masih terus dilakukan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bahan penyelidikan pihak berwajib untuk menentukan titik awal musibah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar