IHSG Pacu Kenaikan di Awal Desember, Meski Transaksi Harian Menyusut

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:48 WIB
IHSG Pacu Kenaikan di Awal Desember, Meski Transaksi Harian Menyusut

Pasar saham Indonesia mencatatkan pekan yang positif di awal Desember 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 1,46 persen, mengunci perdagangan pekan ini di level 8.632,761. Angka ini naik cukup signifikan dari posisi penutupan pekan sebelumnya yang berada di 8.508,706.

Kabar baik juga datang dari kapitalisasi pasar. Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, nilai kapitalisasi BEI bertambah 1,39 persen menjadi Rp 15.844 triliun.

“Rata-rata frekuensi transaksi harian yaitu sebesar 2,13 persen menjadi 2,66 juta kali transaksi, dari 2,61 juta kali transaksi pada pekan lalu,”

kata Kautsar dalam keterangan resminya yang dirilis Sabtu (6/12).

Namun begitu, tidak semua indikator bergerak ke arah yang sama. Ada penurunan yang cukup mencolok pada rata-rata nilai transaksi harian. Angkanya menyusut 29,61 persen, turun ke Rp 21,34 triliun dari Rp 30,31 triliun di pekan sebelumnya.

“Rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan sebesar 8,12 persen menjadi 46,39 miliar lembar saham, dari 50,49 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,”

lanjut Kautsar menjelaskan.

Di sisi lain, aktivitas investor asing patut dicermati. Mereka mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 381,18 miliar pada hari Jumat kemarin. Tapi kalau dilihat secara akumulasi sepanjang tahun 2025, posisi mereka masih negatif dengan nilai jual bersih mencapai Rp 27,09 triliun.

Pasar modal kita tak hanya tentang saham. Pada Jumat (5/12) lalu, BEI juga mencatatkan dua instrumen pendanaan baru dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. Perusahaan itu mendaftarkan Obligasi Berkelanjutan VII dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I, masing-masing dengan nominal Rp 1.600 miliar dan Rp 600 miliar.

Menariknya, kedua surat utang itu mendapat peringkat AA (Double A Plus) dari PT Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat.

Dengan pencatatan terbaru ini, pergerakan pasar obligasi dan sukuk sepanjang 2025 terlihat cukup aktif. Sudah ada 166 emisi dari 76 emiten dengan total nilai Rp 198,05 triliun. Angka ini menambah panjang daftar instrumen utang yang tercatat di BEI, yang kini totalnya mencapai 654 emisi. Nilai outstanding-nya fantastis: Rp 536,22 triliun plus USD 134 juta lebih, berasal dari 136 emiten.

Selain korporasi, instrumen pemerintah juga mendominasi. Saat ini tercatat 191 seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai Rp 6.423,84 triliun dan USD 352,10 juta. Sementara untuk Efek Beragun Aset (EBA), ada 7 emisi senilai Rp 2,13 triliun yang tercatat di papan bursa.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar