Ribuan Warga Australia Protes Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog

- Senin, 09 Februari 2026 | 17:10 WIB
Ribuan Warga Australia Protes Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog

Suasana di sejumlah kota Australia pada Senin malam (9/2) tidak biasa. Ribuan orang turun ke jalan, suara mereka memenuhi udara, memprotes kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog. Kunjungannya ini, sebagai bentuk solidaritas dengan komunitas Yahudi Australia pasca tragedi penembakan massal di Pantai Bondi, justru memantik gelombang kemarahan yang luas.

Menurut sejumlah saksi, aksi ini digelar oleh kelompok-kelompok pro-Palestina. Mereka menuding Herzog punya andil dalam konflik yang merenggut banyak nyawa warga sipil di Gaza. Jadi, meski niat resminya adalah membangun hubungan, bagi banyak orang kunjungan ini terasa seperti tamparan.

Di Sydney, pusat keramaian terkonsentrasi di sebuah alun-alun di jantung distrik bisnis. Kerumunan massa memadati lokasi, mendengarkan pidato-pidato berapi-api sambil terus meneriakkan yel-yel dukungan untuk Palestina. Suasana tegang tapi tetap tertib.

Seorang demonstran bernama Jackson Elliott, 30 tahun, menyuarakan kekecewaannya.

"Tragedi Bondi itu mengerikan, tak ada yang menyangkal. Tapi dari pemerintah Australia sendiri, kami tidak melihat pengakuan yang sama terhadap penderitaan rakyat Palestina di Gaza," ujarnya.

Dia menambahkan, "Herzog terlihat menghindar dari semua pertanyaan soal pendudukan. Dia bilang ini cuma tentang hubungan bilateral, tapi bagi kami, dia jelas terlibat."

Aparat keamanan tampaknya tak mau mengambil risiko. Mereka berjaga dalam jumlah besar di sekitar lokasi. Sebuah helikopter terus berputar-putar di langit, mengawasi pergerakan massa dari atas, sementara polisi berkuda lalu-lalang melakukan patroli di sekeliling kerumunan. Kehadiran mereka menjadi pengingat betapa sensitifnya isu ini.

Pada dasarnya, kunjungan Herzog ini adalah respons atas undangan PM Anthony Albanese, menyusul insiden penembakan saat festival Hanukkah 14 Desember lalu yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Namun begitu, bagi para pengunjuk rasa, solidaritas untuk satu korban kekerasan tidak boleh menutup mata terhadap korban kekerasan lainnya. Itulah pesan inti yang mereka bawa ke jalanan Australia malam itu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar