Peta Jangka Panjang dan Fase Pembangunan
Proyek MRT East-West Line dirancang dengan skala besar dan terbagi dalam beberapa fase pengerjaan yang berjangka panjang. Fase pertama, yang seluruhnya berada di wilayah DKI Jakarta, ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2031. Fase ini sendiri terbagi menjadi dua tahap: stage pertama sepanjang 24,5 km dari Tomang ke Medan Satria, dan stage kedua sepanjang 9,237 km dari Tomang ke Kembangan.
Adapun fase kedua proyek akan memperluas jaringan hingga ke wilayah penyangga ibu kota. Rencananya, jalur akan memanjang ke arah Banten sejauh 29,9 km menuju Balaraja, serta ke arah Jawa Barat sepanjang 20,438 km menuju Cikarang. Operasional untuk fase kedua ini ditargetkan dapat dimulai pada 2033.
Dampak dan Rancangan Infrastruktur
Keberadaan jalur baru ini diharapkan dapat merevolusi pola mobilitas warga Jabodetabek. Untuk rute awal Medan Satria-Tomang saja, akan disediakan 21 stasiun yang dirancang dengan kombinasi struktur layang dan terowongan bawah tanah, menyesuaikan dengan kondisi dan kepadatan wilayah yang dilintasi. Pembangunan berkelanjutan ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mengembangkan transportasi massal yang terintegrasi, yang pada akhirnya bertujuan meredam kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas publik.
Artikel Terkait
Prabowo Antar Langsung PM Anwar hingga ke Halim, Akhiri Kunjungan dengan Kehangatan
BPJS Ketenagakerjaan: Dana JHT Bisa Dicairkan Sebelum Pensiun dalam Kondisi Tertentu
Ombudsman Beri Tujuh Rekomendasi Perbaikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Kalian
Vonis Kasus Nurhadi Dijadwalkan 1 April 2026