“Setiap konsumen punya kebutuhan dan karakter pakai yang beda-beda. Nah, lewat Co-Creation ini, masukan mereka termasuk dari hasil survei akan sangat membantu kami mengarahkan personalisasi dan pengembangan J5 EV ke depan. Mulai dari aksesoris, pendekatan modifikasi, sampai detail desain yang paling kecil,” jelas Ilham di sela-sela acara.
Booth Jaecoo sendiri tak cuma berisi teori. Dua unit J5 EV yang dimodifikasi dengan karakter berbeda dipajang sebagai contoh nyata. Satu mengusung gaya stylish-sporty, satunya lagi adventure-outdoor. Keduanya mengeksplorasi penggunaan body kit, kombinasi velg-ban, dan sentuhan visual yang jadi bahan pertimbangan dalam survei tadi.
Langkah Jaecoo ini mendapat apresiasi dari kalangan enthusiast. Rendy Surya dari National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) menilai program ini sebagai terobosan yang berorientasi konsumen.
“Menurut saya, Co-Creation ini menarik karena preferensi konsumen langsung diterjemahkan ke opsi modifikasi. J5 EV itu seperti kanvas dasar yang bisa dikembangkan ke berbagai gaya. Dengan pilihan langsung dari pasar, arah personalisasinya jadi lebih terukur dan pasti,” pungkas Rendy.
Jadi, bukan sekadar pamer. Jaecoo di IIMS 2026 justru sedang mendengarkan. Hasil dengar pendapatnya ini, nantinya akan jadi warna baru bagi J5 EV di jalanan.
Artikel Terkait
Pendukung Maduro Berunjuk Rasa di Luar Pengadilan New York
Seo Kang Joon hingga Jisoo BLACKPINK, Ini 5 Rekomendasi Drama untuk Temani Libur Lebaran
Lebih dari 9 Juta Wajib Pajak Sudah Laporkan SPT Tahunan 2025
Data WIPO 2024: China hingga Korea Selatan Kuasai 4 Besar Paten Global, Indonesia Peringkat 29