Aspek lain yang menjadi perhatian adalah stagnannya tingkat upah. Rata-rata upah nasional bulanan tercatat stagnan di angka Rp3,33 juta, bahkan mengalami penurunan tipis 0,06% dibanding periode sebelumnya. Kesenjangan upah berdasarkan gender juga masih lebar, dengan upah laki-laki rata-rata Rp3,61 juta sementara perempuan hanya Rp2,82 juta per bulan.
Perbedaan upah yang signifikan juga terlihat antar sektor. Sektor informasi dan komunikasi mencatat upah tertinggi, yaitu Rp5,17 juta per bulan. Sebaliknya, sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja seperti pertanian (Rp2,47 juta) dan perdagangan (Rp2,89 juta) justru memiliki upah di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini menggarisbawahi bahwa penurunan pengangguran belum sepenuhnya diiringi peningkatan kesejahteraan.
Analisis: Pentingnya Beralih ke Lapangan Kerja yang Lebih Produktif
Menyikapi data ini, peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memberikan catatan kritis. Ia menilai penurunan angka pengangguran lebih banyak didorong oleh ekspansi lapangan kerja dengan produktivitas rendah, bukan oleh peningkatan kualitas pekerjaan itu sendiri.
Yusuf menekankan perlunya fokus kebijakan yang lebih strategis. "Pemerintah perlu memastikan investasi diarahkan ke sektor padat karya, bukan hanya padat modal," tegasnya.
Menurutnya, penguatan sektor industri pengolahan dan manufaktur padat karya, serta pengembangan sektor jasa pariwisata yang potensial, dapat menjadi solusi jangka menengah. Namun, langkah tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri.
Ia juga mengingatkan agar fenomena perlambatan pertumbuhan upah tidak diabaikan, karena hal itu merupakan cerminan dari masih dominannya sektor berupah rendah. Ke depan, agenda utama adalah menciptakan lapangan kerja yang tidak hanya tersedia, tetapi juga produktif, formal, dan memberikan upah yang layak bagi tenaga kerja Indonesia.
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Puasa Sunah Syawal
BMKG Kendari Waspadakan Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra
Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia
Gempa M 5,2 Guncang Konawe Kepulauan Sulteng