Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Inklusif di Asia-Pasifik

- Minggu, 08 Februari 2026 | 11:30 WIB
Airlangga: Reformasi Struktural Kunci Pertumbuhan Inklusif di Asia-Pasifik

Fokus Agenda Reformasi APEC 2026-2030

Memandang ke depan, Airlangga menjelaskan bahwa Agenda Reformasi Struktural APEC untuk periode 2026 hingga 2030 akan memusatkan perhatian pada beberapa hal strategis. Fokus tersebut mencakup peningkatan persaingan usaha yang sehat, perbaikan iklim investasi, serta percepatan inovasi dan digitalisasi, termasuk pemberdayaan pelaku usaha mikro dan kecil.

“Kita berkumpul pada momen yang sangat penting, ketika lanskap ekonomi global menuntut lebih dari sekadar pemulihan, tetapi juga transformasi fundamental. Saat kita fokus 'Mempercepat Pertumbuhan Inklusif Regional Melalui Reformasi Struktural’, kita harus mengakui bahwa kekuatan kita terletak pada integrasi kita,” ujarnya.

Perkuat Sinergi untuk Hadapi Tantangan Global

Melalui reformasi yang terkoordinasi dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, agenda bersama ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, ketahanan, dan kemakmuran kawasan. Agenda tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka di bawah WTO.

Menutup sambutannya, Airlangga menyerukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia usaha. Ia meyakini, hanya dengan sinergi yang kuat, kompleksitas tantangan ekonomi global saat ini dapat dihadapi.

“Pertemuan hari ini menegaskan bahwa sinergi yang lebih erat antara Pemerintah dan kepemimpinan dunia usaha merupakan satu-satunya cara untuk menavigasi kompleksitas tantangan dekade ini. Mari kita ambil ide-ide yang dibahas di sini, ubah menjadi cetak biru dan hasil yang dapat ditindaklanjuti dan bersama-sama kita dapat memastikan bahwa Asia-Pasifik tetap menjadi mesin utama pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di dunia,” pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar