Belajar dari Keteladanan Negara Lain
Untuk memperkuat argumentasinya, JK memberikan contoh penerapan aturan kebersihan yang ketat di beberapa negara. Menurutnya, budaya disiplin seperti itu patut menjadi acuan.
"Kalau di Singapura di muka rumah ada bintik-bintik saja didenda yang punya rumah. Didenda kalau kita seenaknya buang sampah di depan rumah," ucap JK.
Dia menutup pernyataannya dengan pesan yang tegas namun mengena. "Pokoknya kalau banjir, jangan marahi Gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?," sambungnya.
Dinamika di Lapangan
Sementara itu, di sela-sela kegiatan, terlihat suasana yang cair antara Pramono Anung dan Jusuf Kalla. Gubernur sempat melontarkan candaan ringan tentang peran mereka yang lebih banyak berkutat dalam kebijakan daripada turun langsung ke gorong-gorong.
"Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya nggak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," canda Pramono.
Meski bernada canda, Pramono menyiratkan bahwa setiap pihak memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi dalam membangun kota. "Sekali-sekali Gubernur masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak. Tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong," lanjutnya dengan senyum.
Gerakan kerja bakti pagi itu pun berlangsung dengan semangat gotong royong, mencerminkan upaya kolektif untuk mengatasi persoalan kebersihan yang telah lama menjadi pekerjaan rumah bagi ibu kota.
Artikel Terkait
Arief Catur Pamungkas Siap Perkuat Persebaya Lawan Persita Usai Pulih dari Cedera
Truk Pengangkut Telur Oleng, Tewaskan Pemilik Warung di Subang
TNI Bangun Ulang Jembatan Gumuzo di Nias Utara, Akses Vital Kembali Pulih
Energi Watch: Konversi ke Kompor dan Kendaraan Listrik Bisa Hemat Subsidi Ratusan Miliar