AWAN Siapkan Strategi Cloud 2026, Hadapi Kenaikan Harga Server dengan Optimisme

- Minggu, 28 Desember 2025 | 12:50 WIB
AWAN Siapkan Strategi Cloud 2026, Hadapi Kenaikan Harga Server dengan Optimisme

Perusahaan teknologi PT Era Digital Media Tbk (AWAN) punya rencana jelas untuk anggaran belanja modal tahun 2026. Fokusnya? Memperkuat tulang punggung bisnisnya: infrastruktur cloud. Tapi jalan menuju ke sana nggak sepenuhnya mulus.

Menurut Shaanee P Harjani, Direktur Utama perusahaan, ada tekanan biaya yang cukup serius. Harga komponen server, terutama memori dan GPU (unit pemrosesan grafis), terus melambung. Tren kenaikan belanja modal ini sebenarnya sudah terendus sejak 2023, dan kayaknya bakal terus berlanjut.

Namun begitu, posisi AWAN dinilai masih cukup kuat. Belanja besar-besaran yang mereka gelontorkan dua tahun lalu ternyata memberikan ruang napas. Kapasitas komputasi yang ada diprediksi masih mampu menopang pertumbuhan bisnis hingga tahun 2026 mendatang.

Saat ini, beban penuh baru terasa di sisi GPU. Sementara untuk kapasitas RAM dan prosesor utama (CPU), masih tersisa cukup banyak untuk mendukung ekspansi layanan cloud mereka dalam satu atau dua tahun ke depan.

“Capex di 2026 akan lebih difokuskan pada penambahan server GPU. Di dalamnya tentu sudah termasuk RAM dan CPU, meskipun secara harga terdapat kenaikan sekitar 30-40 persen dibandingkan belanja modal yang kami lakukan pada 2023,”

Ujar Shaanee dalam paparan Public Expose, Kamis (25/12/2025) lalu.

Di balik tantangan kenaikan harga, perseroan justru mencium peluang. Lonjakan biaya perangkat keras ini diperkirakan bakal bikin banyak perusahaan mikir dua kali untuk memelihara atau mengganti infrastruktur on-premise mereka sendiri. Nah, di sinilah peluangnya: migrasi ke layanan cloud bisa semakin deras, termasuk ke platform Eranyacloud milik AWAN.

Prospek ini makin menarik kalau kita lihat ke 2026. Beredar kabar, para pemain raksasa cloud global (hyperscaler) berencana menaikkan tarif layanan. Wacana ini, meski belum pernah terjadi, sudah mulai ramai dibicarakan.

“Dengan adanya penguatan dolar AS di 2025, kami sudah melihat perpindahan sejumlah pelanggan hyperscaler ke Eranyacloud. Jika harga hyperscaler kembali naik, ini akan menjadi benefit yang luar biasa bagi kami,”

tuturnya lagi. Keunggulan Eranyacloud yang menawarkan layanan dalam rupiah bisa jadi daya tarik utama.

Lantas, bagaimana dengan rencana pusat data sendiri? AWAN membuka opsi itu, terutama jika bisnis GPU mereka meledak. Tapi, ada pertimbangan besar: konsumsi listrik untuk operasional GPU itu luar biasa tinggi. Untuk saat ini, operasional Eranyacloud masih mengandalkan tiga pusat data pihak ketiga. Tingkat pemanfaatannya juga dinilai belum kritis sampai perlu bangun fasilitas sendiri.

Shaanee menegaskan,

“Tidak menutup kemungkinan di masa mendatang kami akan mengembangkan data center sendiri, sepanjang kami bisa memastikan utilisasi penuh dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.”

Jadi, strateginya jelas. Bertahan di tengah kenaikan harga sambil bersiap menyambut gelombang migrasi pelanggan baru. Tahun depan akan jadi tahun yang menarik untuk disimak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar