KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta di Jateng-DIY, KA Joglosemarkerto Tembus 110 Ribu

- Minggu, 08 Februari 2026 | 03:00 WIB
KAI Catat Lonjakan Penumpang Kereta di Jateng-DIY, KA Joglosemarkerto Tembus 110 Ribu

Layanan kereta bandara juga mencatat pertumbuhan signifikan, menunjukkan integrasi moda transportasi yang semakin solid. KA Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) melonjak dari 63.730 menjadi 74.102 pelanggan. Sementara itu, kereta bandara menuju Yogyakarta International Airport (YIA) naik dari 229.716 menjadi 239.331 pelanggan, didukung kehadiran layanan reguler dan ekspres yang memberi fleksibilitas lebih bagi penumpang.

Di sisi lain, layanan komuter menunjukkan vitalitasnya. KRL Yogyakarta–Palur, yang melayani 27 hingga 31 perjalanan harian melalui 11 stasiun, mencatat lonjakan penumpang menjadi 758.375 pada Januari 2026 dari sebelumnya 712.152. Pertumbuhan serupa juga dialami layanan lokal seperti KA Prameks (Yogyakarta–Kutoarjo) dan KA Batara Kresna (Purwosari–Wonogiri PP), yang turut diiringi penambahan frekuensi perjalanan.

Solusi Mobilitas Terintegrasi ke Depan

Peningkatan angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi gambaran pergeseran preferensi masyarakat. Anne Purba melihat tren ini sebagai indikasi matangnya peran transportasi rel dalam ekosistem mobilitas yang terpadu.

"Kereta api menghadirkan perjalanan yang lebih tertata, nyaman, dan mudah diakses. Dengan layanan yang saling terhubung, kereta api menjadi solusi mobilitas yang relevan untuk berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat," ungkapnya.

Dengan kata lain, penguatan layanan ini bukan hanya tentang menambah jumlah gerbong atau jadwal, tetapi tentang membangun konektivitas yang lebih cerdas dan responsif terhadap ritme kehidupan masyarakat di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar