Ling-Ling, anak dari pemilik usaha, memberikan gambaran mengenai pola permintaan yang biasanya terjadi. Ia mengungkapkan bahwa puncak pesanan memang belum sepenuhnya terasa karena waktu perayaan masih ada beberapa minggu ke depan.
"Kalau jumlah orderan tuh biasa seperti tahun-tahun kemarin, karena kita sudah ada langganan kan. Cuman ini kan masih terlalu panjang. Waktunya tuh masih kurang berapa minggu, masih dua minggu. Jadi ya masih biasa-biasa aja," tuturnya dalam program Newsline Metro TV, Sabtu, 7 Februari 2026.
Peningkatan Signifikan Menandai Momen Puncak
Dalam operasi sehari-hari, tempat ini biasa memproduksi sekitar 100 buah kue keranjang. Namun, gelombang peningkatan pesanan mulai terasa jelas di awal bulan. Tanggal 1 Februari 2026 menjadi penanda dimulainya periode sibuk, dengan lonjakan permintaan yang signifikan.
Ling-Ling menjelaskan lebih lanjut mengenai volume pesanan yang sudah harus dipenuhi. "Kemarin mulai masuk tanggal 1 Februari naik, naik 1.000 biji. Jogja sama Lampung sudah, yang akan dikirim tuh 300 kg," jelasnya.
Gambaran ini memperlihatkan ritme khas industri rumahan yang mengandalkan tradisi. Keberadaan para pekerja lansia bukan sekadar tenaga kerja, melainkan juga penjaga keaslian cita rasa yang menjadi warisan dan daya tarik utama produk mereka di tengah persaingan pasar.
Artikel Terkait
John Herdman Awali Era Baru Timnas Indonesia dengan Target Jangka Panjang Piala Dunia 2030
Batas Pelaporan SPT Tahunan Diperpanjang hingga 30 April 2026
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini
Polandia dan Denmark Lolos ke Final Play-Off Kualifikasi Piala Dunia 2026