Semangat serupa terpancar dari Sakinah (48), jemaah asal Bekasi. Ia sengaja datang lebih awal untuk dapat berdoa dengan khidmat sejak pembukaan acara. Bagi Sakinah, kehadirannya di Istiqlal adalah wujud kepedulian terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah, meski tak bisa langsung turun ke lokasi bencana.
“Walau nggak bisa membantu langsung di lokasi, paling tidak kita bisa mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan situasi segera membaik,” ungkapnya.
Kehadiran Presiden dalam acara bernuansa spiritual ini, menurutnya, memberikan pesan dan semangat tersendiri bagi seluruh jemaah yang hadir.
“Tandanya presiden juga peduli sama saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” imbuh Sakinah.
Puncak Acara: Munajat dan Pengukuhan Pengurus
Rangkaian munajat dan doa keselamatan bangsa dipimpin secara khidmat oleh sejumlah ulama dan tokoh agama terkemuka, seperti KH Abdul Manan Ghani, KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, serta Ustadz Abdul Somad. Suara lantunan doa dan dzikir menggema di bawah kubah megah Masjid Istiqlal, menyatukan harapan seluruh peserta.
Sementara itu, prosesi pengukuhan pengurus MUI masa khidmat 2025-2030 dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar. Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dari seluruh penjuru Indonesia, memperlihatkan sebuah mozaik kebersamaan yang solid.
Melalui momentum ini, MUI berharap dapat terus menghadirkan ruang kebersamaan yang menyejukkan, meneguhkan ikhtiar kolektif melalui doa, dan memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa dalam merawat persatuan dan keselamatan negara.
Artikel Terkait
Kapolda Jatim Pantau Arus Balik Lebaran dari Udara, Angka Kecelakaan Turun 37%
Kota Lama Semarang Catat 222 Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran 2026
Pemkab Majalengka Wajibkan ASN WFH Setiap Senin untuk Efisiensi Energi
Prabowo Janjikan Rusun untuk Warga Bantaran Rel Senen, DKI Dukung Penuh