Laporan dari Kamboja mengagetkan. Mereka menuding Thailand baru saja melancarkan serangan udara di wilayahnya. Padahal, tak lama sebelumnya, Bangkok sendiri yang mengumumkan bahwa kedua negara sepakat mengadakan pembicaraan untuk menghentikan bentrokan-bentrokan mematikan itu.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Kamboja, militer Thailand dikerahkan untuk membombardir daerah-daerah di provinsi Siem Reap dan Preah Vihear. Serangan itu terjadi mulai pukul 16.18 waktu setempat. Yang jadi catatan, ini hanya berselang beberapa jam setelah pembicaraan krisis regional digelar di Malaysia.
"Pada pukul 16.18, militer Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk membombardir lebih jauh ke wilayah kedaulatan Kamboja di daerah O'Kontoeng, Komune Srae Nouy, distrik Varin, provinsi Siem Reap,"
demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Lokasi serangan ini cukup sensitif. Provinsi Siem Reap adalah rumah bagi kompleks candi Angkor yang legendaris, sebuah situs warisan UNESCO. Objek wisata utama mereka, Angkor Wat, letaknya cuma sekitar sejam perjalanan dari Srae Nouy yang dibombardir itu.
Artikel Terkait
Jasa Marga Terapkan Satu Arah di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Anggota MPR Desak Percepat RUU Pengelolaan Iklim Menyikapi Suhu Terik di Jakarta
Prabowo Tegaskan Lawatan Luar Negeri untuk Jaga Lapangan Kerja
Jepang Siap Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz, Buka Opsi Pengerahan Pasukan Bela Diri